Toilet Training untuk Anak – Banyak orang tua ingin memulai program pelatihan toilet untuk anak-anak mereka. Namun, beberapa orang tua mungkin sudah siap untuk memulai sebelum anak-anak mereka siap. Ini terutama berlaku untuk anak-anak dengan sindrom Down. Tentu saja, dibutuhkan usaha ekstra dan waktu yang lebih lama untuk membiasakan anak down syndrome dengan toilet training.
Toilet Training untuk Anak Pengidap Sindrom Down
Memulai terlalu dini juga dapat menyebabkan masalah lain, seperti peningkatan perilaku latihan pispot yang tidak diinginkan dan tingkat frustrasi orang tua yang tinggi. Untuk menyederhanakan proses pelatihan atau training toilet dan memastikan itu adalah pengalaman positif bagi semua yang terlibat, disarankan agar orang tua menilai kemampuan anak mereka untuk menggunakan toilet. Sinyal kesiapan penting adalah sebagai berikut:
Usia anak
Dianjurkan untuk menunggu sampai setelah ulang tahun kedua untuk mempertimbangkan latihan pispot. Untuk anak-anak dengan sindrom Down, mungkin berguna untuk menunggu sampai setelah ulang tahun ketiga mereka saat memulai prosesnya.
Kontrol kandung kemih
Anak itu mengosongkan kandung kemihnya sepenuhnya saat buang air kecil dan tetap kering setidaknya selama satu setengah jam di siang hari.
Pola tinja yang dapat diprediksi
Buang air besar anak Anda mengikuti pola yang teratur dan dapat diprediksi.
Keterampilan Motorik
Bagaimana anak menunjukkan bahwa dia bisa berjalan sendiri ke dan dari kamar mandi dan mengambil benda.
Perilaku
Anak dapat duduk dengan nyaman di toilet (atau dudukan toilet) selama dua hingga lima menit. Dia bisa melihat-lihat buku pilihan atau bermain dengan mainan favorit sambil duduk di toilet.
Kesiapan Intruksional
Anak dapat mengikuti beberapa petunjuk sederhana, seperti duduk.
Menunjukan Kebutuhan
Dengan ekspresi wajah, postur, gerakan tubuh, gambar atau kata-kata, anak menunjukkan bahwa ia harus pergi ke toilet.
Sebelum memulai program pelatihan pispot, orang tua harus bersedia meluangkan waktu dan upaya untuk menerapkan program yang efektif. Jika anak menunjukkan tanda-tanda kesiapan yang diperlukan, tetapi jadwal orang tua sendiri tidak memungkinkan untuk membawa anak ke toilet setiap hari dengan jadwal yang teratur, mungkin perlu ada beberapa pertimbangan dan diskusi antara pasangan dalam hal waktu bersama. .
Saat orang tua hendak melakukannya, berikut tips yang bisa diterapkan untuk membuat potty training menyenangkan bagi anak.
- Jadikan kamar mandi bagian dari rutinitas harian anak Anda
- Lakukan yang terbaik untuk membuat pengalaman kamar mandi tenang dan menyenangkan. Beberapa anak pada awalnya akan lebih nyaman di toilet dengan popok/pull-up/celana dalam atau yang pertama duduk di kursi dengan penutup. Sangat berguna dengan memberikan dukungan ekstra untuk anak-anak yang kakinya tidak menyentuh tanah.
- Tunjukkan pada anak keberhasilan orang lain, mungkin orang tua, saat menggunakan toilet. Puji semua keberhasilan dan usaha anak duduk di toilet
- Cobalah untuk tidak marah ketika tidak ada kesuksesan atau ketika ada yang tidak beres
- Perhatikan tanda-tanda bahwa anak Anda sudah siap untuk potty training, seperti merasa tidak nyaman saat basah/kotor, “bersembunyi” untuk buang air besar adalah tanda lain dari kesadaran untuk menggunakan toilet.
- Mampu menahan kencing mereka untuk jangka waktu yang lebih lama
- Cobalah berbagai cara berkomunikasi
Banyak anak dengan gaya belajar atau cara berkomunikasi non-tradisional mendapat manfaat dari penggunaan gambar. Jelaskan apa yang harus dilakukan sebagai bagian dari rutinitas toilet. Ini bisa berupa gambar dan kata-kata yang menggambarkan langkah-langkah proses.
Dalam semua ini, ingatlah bahwa setiap anak berbeda dan anak-anak akan mengembangkan keterampilan ketika mereka siap. Beberapa anak membutuhkan lebih banyak bantuan dan bimbingan daripada yang lain karena mereka memiliki banyak keterampilan. Jika orang tua sabar dan rajin, orang tua dapat membantu perkembangan anak.




