Kekurangan Vitamin D Meningkatkan Risiko Autisme pada Anak – Vitamin D memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Dari membantu penyerapan kalsium hingga menjaga sistem kekebalan tubuh. Kekurangan vitamin D dapat memiliki konsekuensi serius, bahkan untuk wanita hamil. Salah satunya adalah meningkatkan risiko autisme pada anak.

Kekurangan Vitamin D Meningkatkan Risiko Autisme pada Anak

Autisme adalah gangguan perkembangan saraf yang menyebabkan gangguan perilaku dan keterampilan sosial. Kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak, namun bisa juga terjadi pada orang dewasa.

Hubungan Kekurangan Vitamin D dan Risiko Autisme

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Psychiatry pada tahun 2021, kekurangan vitamin D selama kehamilan dapat meningkatkan risiko autisme pada anak.

Para peneliti mengukur kadar vitamin D dalam noda darah kering dari anak-anak yang lahir di Stockholm, antara tahun 1996 dan 2000. Mereka menggunakan batas yang ditetapkan pada orang dewasa untuk mengklasifikasikan anak-anak sebagai kekurangan, tidak cukup atau cukup vitamin D.

Penelitian ini melibatkan 1.399 anak autis dan 1.607 kontrol. Para peneliti menemukan bahwa anak-anak dengan tingkat vitamin D di bawah rata-rata memiliki sekitar 1,33 kemungkinan mengembangkan autisme, dibandingkan dengan anak-anak dengan tingkat rata-rata atau di atas rata-rata.

Para peneliti juga memiliki akses ke sampel darah dari ibu dari 340 anak autis dan 426 kontrol. Sampel darah ini diambil selama kehamilan. Mereka menemukan bahwa kadar vitamin D ibu saja tidak berkorelasi dengan risiko autisme.

Namun, anak-anak yang lahir dengan kadar vitamin D rendah dan ibu hamil yang kekurangan vitamin ini memiliki kemungkinan 1,75 kali lebih besar untuk menderita autisme daripada kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin D yang lebih tinggi pada ibu dan bayi baru lahir menurunkan risiko autisme.

Meski demikian, seperti dilansir laman Spectrum, pemimpin peneliti Brian Lee mengingatkan bahwa faktor yang berkaitan dengan nutrisi selain vitamin D juga harus diperhatikan.

Brian juga memperingatkan bahwa temuan ini tidak dapat digeneralisasi untuk orang-orang di luar Swedia, yang memiliki lebih sedikit sinar matahari daripada banyak tempat lain.

Selain itu, batas kekurangan vitamin D pada orang dewasa mungkin tidak masuk akal untuk bayi baru lahir. Penelitian lebih lanjut mungkin diperlukan untuk menentukan apakah hubungan antara autisme dan vitamin D itu nyata.

Apakah Anda Membutuhkan Suplemen Vitamin D Selama Kehamilan?

Tidak hanya saat hamil, bahkan sebelum hamil, ibu hamil harus mendapatkan asupan vitamin D yang cukup. Selama kehamilan, kebutuhan vitamin D meningkat karena tidak hanya kebutuhan ibu tetapi juga vitamin D yang sedikit.

Biasanya, dokter menyarankan untuk mengonsumsi suplemen yang mengandung 10 mikrogram (mcg) vitamin D setiap hari selama kehamilan dan menyusui. Namun tentunya jumlah ini bervariasi sesuai dengan kebutuhan ibu seperti yang dianjurkan oleh dokter.

Jika Anda memilih suplemen tambahan untuk mencegah kekurangan vitamin D selama kehamilan, pastikan untuk memilih produk yang dibuat khusus untuk ibu hamil, ya. Anda membutuhkan resep dokter agar tidak salah memilih suplemen.

Sumber alami vitamin D

Vitamin D bisa didapatkan dari sinar matahari di pagi hari. Vitamin ini terbentuk di bawah kulit sebagai respons terhadap paparan sinar matahari. Namun, bukan berarti ibu harus berjemur dalam waktu lama, karena sinar matahari dapat meningkatkan risiko kanker kulit.

Anda juga bisa mendapatkan vitamin D dari makanan yang Anda makan. Pilih makanan yang mengandung minyak ikan, telur, dan makanan yang diperkaya vitamin D, seperti sereal sarapan dan susu bubuk yang tersedia di pasaran.