Jenis-Jenis Sensori Integrasi – Sensori Integrasi yaitu proses organisasi dan juga interpretasi yang dilakukan oleh otak saat menerima sebuah informasi sensorik dari luar tubuh. Informasi sensorik ini juga bisa berupa sentuhan, gerakan, penglihatan, suara, bau, dan rasa.
Jenis-Jenis Sensori Integrasi
Sensori integrasi atau biasa disikat SI merupakan bekal bagi anak untuk proses belajar. Akan tetapi bagaimana jika anak kita mengalami keterlambatan saat belajar? Kemungkinan si anak mengalami gangguan sensori integrasi. Apa saja jenisnya? Untuk jenis-jenis sensori integrasi ada sensori perabaan, pendengaran, penciuman, penglihatan, dan juga ada pengecapan. disini kami akan menjelaskan apa saja yang ditumbulkan atau ditunjukan oleh gangguan sensori tersebut, mari kita simak informasi dibawah ini.
- Sensori Perabaan (Sentuhan)
Semua informasi yang diterima lewat reseptor di kulit, bisa berupa sentuhan, gesekan, tekanan, suhu, atau rasa sakit. Jika sensori perabaan mengalami gangguan, si kecil umumnya akan menunjukkan gejala:
- Tidak suka disentuh.
- Menghindari kerumunan orang.
- Tidak menyukai bahan-bahan tertentu (rumput, pasir, dsb).
- Tidak betah dengan segala hal yang kotor.
- Sensori Pendengaran (Suara)
Semua informasi yang diterima lewat suara suara di luar tubuh. Gangguan pada sensori ini akan menimbulkan gejala:
- Takut mendengar suara bising contohnya suara air ketika menyiram toilet, suara vaccum cleaner, hair dryer, blender, suara gonggongan anjing.
- Menangis atau menjerit berlebihan ketika mendengar suara yang tiba-tiba.
Sering berbicara sambil berteriak ketika ada suara yang tidak disukainya.
- Sensori Penciuman (Bau)
Semua informasi yang didapat dari aroma atau bau yang tercium. Gangguan pada sensori penciuman akan menimbulkan gejala seperti:
- Menolak masuk ke suatu lingkungan karena tidak menyukai baunya.
- Tidak menyukai makanan tertentu hanya karena baunya.
- Selalu menciumi barang-barang atau orang di sekitarnya.
- Sulit membedakan bau.
- Sensori Penglihatan
Semua informasi yang ditangkap oleh mata, seperti warna, cahaya, gerakan, dsb. Gangguan pada sensori penglihatan akan menunjukkan gejala:
- Mudah teralih oleh stimulus penglihatan dari luar.
- Senang bermain dalam suasana gelap.
- Sulit membedakan warna, bentuk, dan ukuran
- Menulis naik turun di kertas tanpa garis.
- Sensori Pengecapan (Rasa)
Semua informasi yang didapat dari semua hal yang masuk ke mulut dan lidah. Gangguan di sensori pengecapan akan menunjukkan gejala:
- Suka memilih-milih makanan dan menolak mencoba makanan baru sehingga lebih senang dengan makanan yang itu-itu saja.
- Tidak suka atau menolak untuk sikat gigi.
- Suka mengemut makanan karena ada kesulitan dengan mengunyah, mengisap, dan menelan.
- Sering memasukkan benda ke mulut.
Cara mengatasi sensori integrasi pada anak sebagai berikut:
Sensori Praba
- Menyikat tubuh anak dengan sikat khusus
- Menyikat tubuh dengan sposns
- Memijat tubuh
- Tidur telentang
- Bermain dengan bola
Sensori Penciuman dan pengecapan
- Pijat oral
- Sikat oral dengan sikat bertekstur sesuai tahapannya
- Menghindarkan anak dari bau-bauan yang tajam
Sensori Penglihatan
- Terapi Snoezelen atau terapi stimulasi multisensory berupa gerakan lampu
- Kombinasi dengan brain gym
- Ruangan diberi distraksi.
Sensori Proppriosentif
- Menyikat badan anak
- Bermain dengan gym ball
- Belajar mengangkat kursi
- Mendorong kursi atau benda yang diberi beban
- Merangkak atau merayap dengan beban di punggungnya
- Mendorong dinding dengan tangan dan kaki
Berikut merupakan Jenis-Jenis Sensori Integrasi dan cara mengatasi gangguan sensori integrasi pada anak yang dapat diketahui, sebagai orang tua kita harus menjaga kesehatan anak kita, untuk itu jika si anak mengalami ganguan sensori integrasi lebih baik lakukan langkah cepat seperti menggunakan alat ataupun metode terapi sensori integrasi yang tersedia atau bisa juga konsultasikan kepada dokter atau pun spesialis sensori intgrasi. Demikian informasi yang dapat kami berikan semoga informasi diatas dapat bermanfaat bagi kalian.




