Apakah Cerebral Palsy dapat Disembuhkan? ­- Cerebral Palsy atau lumpuh otak merupakan sebuah penyakit yang dapat menyebabkan gangguan gerakan serta koordinasi tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh gangguan perkembangan otak, yang biasa terjadi pada sejak anak masih berada dalam kandungan. Gangguan perkembangan otak ini juga dapat terjadi ketika proses persalinan atau dua tahun pertama setelah kelahiran anak.

Pada artikel kali ini kami ajkan menjelaskan kepada kalian mengenai apakah cerebral palsy dapat disebuhkan atau tidak. Serta berbagai macam gejala, penyebab, pengobatan dan lain sebagainya. Jadi untuk ibu dirumah yang anaknya mengalami kondisi seperti ini, dapat menyimak artikel kami yang satu ini hingga akhir.

Apakah Cerebral Palsy dapat Disembuhkan?

Cerebral palsy umumnya terjadi kepada anak – anak sejak lahir, tetapi apakah anak yang terkena gejala ini dapat disebuhkan, apakah cerebral palsy ini dapat mengakibatkan kematian. Cerebral palsy merupakan gejala pada anak yang sering terjadi di Negeri kita. Cerebral palsy hanya dapat menyerang rangsangan otak pada anak kita, jadi bisa kita katakan bahwa cerebral palsy ini hanya penyakit yang mampu menyerang kerja otak kita.

Kemudian apa saja sih gejala – gejala yang terjadi ketika anak kita mengalami cerebral palsy ini. So, untuk ibu dirumah jika sudah mengalami gejala – gejala dibawah ini, hendaklah langsung membawa anak ibu kerumah sakit, jangan pernah menggap remeh penyakit sekecil apapun itu.

  • Kecenderungan menggunakan satu sisi tubuh. Misalnya menyeret salah satu tungkai saat merangkak, atau menggapai sesuatu hanya dengan satu tangan.
  • Terlambatnya perkembangan kemampuan gerak (motorik), seperti merangkak atau duduk.
  • Kesulitan melakukan gerakan yang tepat, misalnya saat mengambil suatu benda.
  • Gaya berjalan yang tidak normal, seperti berjinjit, menyilang seperti gunting, atau dengan tungkai terbuka lebar.
  • Otot kaku atau malah sangat lunglai.
  • Tremor
  • Gerakan menggeliat yang tidak terkontrol (athetosis).
  • Kurang merespons terhadap sentuhan atau rasa nyeri.
  • Masih mengompol walaupun usianya sudah lebih besar, akibat tidak bisa menahan kencing (inkontinensia urine).
  • Gangguan kecerdasan.
  • Gangguan penglihatan dan pendengaran.
  • Gangguan berbicara (disartria).
  • Kesulitan dalam menelan (disfagia).
  • Terus-menerus mengeluarkan air liur atau ngiler.

Penyebab Cerebal Palsy

Cerebral palsy atau yang disebut lumpuh otak disebabkan oleh gangguan perkembangan otak pada anak. Kondisi tersebut umumnya berlangsung pada masa kehamilan, tetapi juga dapat terjadi saat proses persalinan, atau beberapa tahun pertama setelah anak lahir. Belum diketahui secara pasti apa penyebab gangguan perkembangan tersebut, namun kondisi ini diduga dipicu oleh sejumlah faktor berikut:

  • Perubahan pada gen, yang memiliki peran dalam perkembangan otak.
  • Infeksi saat hamil yang menular pada janin. Contohnya cacar air, rubella, sifilis, infeksi toksoplasma, dan infeksi cytomegalovirus.
  • Terganggunya suplai darah ke otak janin (stroke janin).
  • Perbedaan golongan darah rhesus antara ibu dan bayi.
  • Bayi kembar dua atau lebih. Risiko terjadinya cerebral palsyakan meningkat pada salah satu bayi yang selamat, apabila bayi yang lain meninggal saat lahir.
  • Berat badan bayi yang rendah saat lahir, yaitu kurang dari 2,5 kilogram.
  • Kurangnya suplai oksigen pada otak bayi (asfiksia) selama proses persalinan.
  • Kelahiran prematur, yaitu lahir pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu.
  • Kelahiran sungsang, yaitu lahir dengan kaki terlebih dulu keluar.
  • Radang pada otak atau selaput otak bayi.
  • Penyakit kuning yang meracuni otak (kernikterus).
  • Cedera parah di kepala, misalnya akibat terjatuh atau kecelakaan.

Pengobatan Cerebral Palsy

Pengobatan dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan penderita dalam beraktivitas secara mandiri. Namun, sampai saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan cerebral palsy. Metode pengobatan yang umumnya diberikan pada penderita lumpuh otak adalah:

Obat-obatan

Obat-obatan digunakan untuk meredakan nyeri atau melemaskan otot yang kaku, agar pasien lebih mudah untuk bergerak. Jenis obat yang digunakan dapat berbeda, tergantung luasnya otot yang kaku.

Pada kaku otot yang hanya terjadi di area setempat, dokter akan memberikan suntik botox (botulinum toxin) setiap 3 bulan. Botox juga dapat digunakan untuk mengatasi ngiler.

Sedangkan untuk kaku otot yang terjadi di seluruh tubuh, dokter mungkin akan meresepkan diazepam dan baclofen.

Terapi

Selain obat-obatan, berbagai jenis terapi juga diperlukan untuk mengatasi gejala cerebral palsy, di antaranya:

  • Fisioterapi anak bertujuan untuk meningkatkan kemampuan gerak dan kekuatan otot, serta mencegah kontraktur (pemendekan otot yang membuat gerakan menjadi terbatas).
  • Terapi okupasi. Terapi okupasi bertujuan untuk membantu pasien menangani kesulitan dalam beraktivitas, misalnya mandi atau berpakaian. Terapi ini akan sangat membantu meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian pasien.
  • Terapi bicara. Sesuai dengan namanya, terapi ini diperuntukkan bagi pasien cerebral palsyyang mengalami gangguan bicara.

WhatsApp chat